Find us on PetaWisata.co.id Facebook PetaWisata.co.id Twitter PetaWisata.co.id Google+

Array

Array

Mau Ke Bunaken? Hati-hati Pungutan Liar Merajalela

diving spot Taman Nasional Bunaken

Diving spot Taman Nasional Bunaken


Kondisi Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara, semakin lama semakin tampak kotor dan semrawut, hal ini saya alami sendiri jika membandingkan kondisi beberapa tahun yang lalu.

Tidak hanya itu, harga sewa peralatan snorkeling dan diving pun semakin tidak manusiawi. Bayangkan, harga sewa peralatan snorkeling dan alat-alat untuk diving bisa sama harganya dengan membeli peralatan tersebut dalam keadaan baru.

Tidak hanya itu, pungutan liar juga semakin merajalela. Retribusi masuk ke Bunaken Rp 200.000 per orang dan kami juga diwajibkan untuk membayar biaya ke asosiasi perahu motor sebesar Rp. 50.000 per orang, kami sendiri rombongan berjumlah 5 orang dan 2 diantara kami adalah teman kami dari Australia.

Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken

Teman Australia kami sampai tidak habis pikir, mereka merasa seperti dibohongi oleh para petugas tersebut. Padahal sebelumnya kami telah membayar ongkos sewa perahu seharga Rp. 800.000 pergi-pulang.

Pada saat itu, saya memberanikan diri untuk tidak membayar uang yang diminta petugas tersebut, akan tetapi petugas tersebut malah mengancam kami jika uang tidak dibayarkan maka kami tidak akan diberangkatkan. Alasan petugas tersebut adalah bahwa uang Rp. 50.000 tadi akan disetorkan/dikumpulkan ke organisasi asosiasi perahu guna membantu para pembawa perahu jika mereka atau keluarga mereka sakit atau mereka sedang dalam keadaan berduka.

Taman laut Bunaken

Taman laut Bunaken


Sebenarnya Taman Nasional Bunaken masih tetap menjadi idola bagi para pecinta wisata laut, selain lokasi selamnya yang indah dengan luas 75.265 hektar dan lima pulau berada di dalamnya, 20 lokasi penyelaman dengan kedalaman yang bervariasi, Bunaken masih mempesona karena lokasi tersebut terbilang cukup dekat dengan bandara, hanya berjarak tiga jam sejak turun dari pesawat.

Semoga pemerintah setempat terutama Dinas Perhubungan Sulawesi Utara dan Dinas Pariwisata Sulawesi Utara segera memperbaiki kondisi ini, karena jika dibiarkan menjadi bola liar maka akan menjadi bumerang sendiri bagi wisata Taman Nasional Bunaken, wisatawan yang kapok dan merasa ditipu akan berpikir 2 kali untuk kembali. Bahkan tak jarang mereka akan memperingatkan kepada rekan-rekannya agar menghindari mengunjungi Taman Nasional Bunaken, yang artinya juga promosi gencar yang dilakukan pemerintah setempat, pemerintah pusata atau bahkan pelaku wisata seperti agen perjalanan, biro wisata dan tour akan sia-sia jika tidak ada tindakan yang signifikan.

Posted by on Jun 7th, 2014 and filed under Sulawesi Utara, Travel Tips. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry . Plagiarism check with Copysentry.

Related Topics

Pulau Lembeh Destinasi Diving Alternatif Selain Bunaken

Pulau Lembeh Destinasi Diving Alternatif Selain Bunaken

Bunaken telah menjadi ikon wisata Sulawesi Utara, khususnya bagi pecinta diving dan snorkeling. Akan tetapi ada lagi salah satu alternatif destinasi wisata yang harus dikunjungi pecinta diving dan snorkeling yaitu Pulau Lembeh. Terletak di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Pulau Lembeh cukup memiliki daya tarik tersendiri tidak hanya bagi wisatawan domestik, namun keindahan surga bawah lautnya […]


Leave a Reply

 


Advertisement


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner