Find us on PetaWisata.co.id Facebook PetaWisata.co.id Twitter PetaWisata.co.id Google+

Array

Array

Asal-Usul Nama Malioboro Dalam Tiga Versi

Jalan malioboro yogyakarta
Malioboro dapat dikatakan adalah ikon kota Jogjakarta. Tidak elok rasanya jika berkunjung ke Jogja tetapi belum pernah ke Malioboro. Akan tetapi, di balik kesohorannya tersebut, dari manakah nama ‘Malioboro’ berasal?

Berdasarkan informasi yang ada, terdapat tiga asal-usul yang menjelaskan sejarah nama Malioboro. Versi pertama, dalam catatan sejarawan P.B.R Carey, kata ‘Malioboro’ berasal dari bahasa Sanksekerta “Malyabhara” yang berarti karangan bunga. Pada masa kerajaan Mataram, Malioboro selalu menjadi jalur utama tempat dilakukannya upacara perayaan atau prosesi Kraton.


View Malioboro in a larger map

Jalan Malioboro menjadi penghubung mulai Merapi, Tugu Golong-Giling hingga Kraton. Tidak hanya karena sebagai pusat perbelanjaan, wisata dan pemerintahan saja, tapi juga sebagai tempat pelaksanaan acara kebudayaan seperti ‘Kirab Satu Suro’ di mana rutenya dimulai dari Tugu – Malioboro – hingga ke pagelaran Kraton.

Versi kedua, penamaan Malioboro diambil dari nama seorang bangsawan Inggris yaitu Marlborough, seorang residen Kerajaan Inggris di kota Jogjakarta dari tahun 1811 M hingga 1816 M. Akan tetapi, sangat sedikit penjelasan yang komperhensif untuk versi yang ke dua ini.

Sementara itu, versi ketiga asal-usul penamaan Malioboro ternyata juga dapat dijelaskan menurut bahasa Kaili, yang merupakan bahasa khas etnis Kaili di Sulawesi Tengah. Adapun wilayah yang menggunakan bahasa Kaili di Sulawesi Tengah antara lain Kabupaten Banggai, sebahagian Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Toli Toli, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, dan sebagian Kabupaten Tojo Una Una.

Jika dirumuskan melalui bahasa Kaili tersebut, Malioboro berasal dari kata ‘Ma’-‘Li’ atau ‘Liu’-‘Boro’. ‘Ma’ berarti ‘orang’ atau ‘manusia’, sementara ‘Lio’ atau ‘Liu’ berarti ‘lewat’ atau ‘jalan yang dilewati’, dan Boro yang bermakna ‘kecil’, ‘kerdil’, atau ‘pendek’.

Dengan demikian, maka ‘Malio’ atau ‘Ma’-‘Liu’-‘Boro’ dalam bahasa Kaili adalah jalan yang di lewati oleh orang kecil (bukan keturunan ningrat).

Nah, mana yang menurut Anda lebih masuk akal?

 

sumber: beritajogja.co.id

Posted by on Jun 7th, 2014 and filed under Yogyakarta. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry . Plagiarism check with Copysentry.

Related Topics


2 Responses for “Asal-Usul Nama Malioboro Dalam Tiga Versi”

  1. Ciptoning says:

    Versi yg utama (yg mas Obhert lupa) adalah versinya Cak Nun (Emha Ainun Najib), yaitu:
    Malioboro berasal dari kata malio dan boro, MALI+O berasal dari MALI kata kerja dari wali (=orang yg paham agama) sedangkan tambahan O (adalah kata perintah untuk “menjadi) sehingga artinya jadilah orang yg paham agama dan BORO berarti mengembara, keseluruhan artinya menjadi : Jadilah wali yg mengembara.
    Arti kata malioboro ini berhubungan dengan nama jalan di sebelah selatannya dan utaranya. Disebelah utaranya bernama jl Margomulyo yg berarti jalan kemulyaan. Jadi sepanjang jalan dari dari arah Keraton menuju utara adalah simbolisasi menuju keutamaan dan kemulyaan hidup, yg tahapan2nya disimbolkan pada penggalan2 nama jalan……

Leave a Reply

 


Advertisement


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner